Tuesday, July 16, 2013

ALHAMDULILAH SYUKUR SAAT DIUJI

Assalamualaikum..

Alhamdulilah aku bersyukur atas nikmat serta ujian Mu Ya Rab...
Aku tersenyum sendirian...merenung apa yang menimpa ke diriku..
Nasib? neahh aku tidak pernah salah kan nasib..malahan dari awal lagi aku dah jangka ia akan berlaku.
Aku redha dan aku ikhlas. Walaupun hati ku tahu ia hanya lah satu mimpi yang tidak pernah menjadi nyata namun aku tetap mempercayainya atas nama sesama manusia.

Aku tidak pernah marah...utk apa aku marah...
Aku tidak pernah benci...kenapa harus ada benci...
Aku tahu aku telah dianiaya...aku tidak ada hak utk membenci dan marah sesama manusia...bukan tugasku..kerana aku masih mampu bersenyum dan berdoa agar Allah saja membalasnya..

7 Malapetaka bumi....aku sumpah pada dirinya...kerana khalimah Allah menjadi permainan dibibirnya.
Lagi sekali aku tegaskan disini...aku ikhlas....sumpahan itu bukan utk diriku...tapi demi Allah swt dipersendakan...

Jika Allah memberimu ujian, itu adalah kenikmatan. Karena dari ujian Allah hendak naikkan tingkatan keimananmu.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Quran Surat Al-Ankabuut Ayat 2)


Setiap kejadian ada hikmah....hari ini dia membuat aku kehilangan satu pekerjaan yang amat diperlukan...aku percaya ada 10 pintu rezeki Allah yang masih lagi terbuka utk aku..
Aku yakin pada kuasa Illahi..orang yang beriman tidak akan berjanji diluar jangkaan dirinya..
Satu pembohongan ke satu pembohongan...sepertinya ia tidak akan pernah berhenti disitu...

Ya Rab...aku doakan kebaikkan dari Mu..supaya dia diberi hidayah..supaya dia mohon keampunan dari Mu sesungguhnya aku adalah insan yang teraniaya dan jgn lah ada lagi yang teraniaya.....

Allahuma Ajurni fi musibati, wakh lufli khairan minha
Ya ALLAH, mereka ini ( sebutkan nama mereka ) zalim/menipu/aniaya pada aku. Aku mohon balasan yang setimpal ke atas mereka serta bantulah aku keluar dari kesusahan ini


Aku tidak ingin kan hartanya...wang ringgitnya...yang aku pinta hanya lah hatinya.
Sekeping hati yang penuh kejujuran, ketaqwaan dan keikhlasan dalam persahabatan. Bukan rupa dan kekayaan menjadi ukuran persahabatan...kalau ada kejujuran dan keikhlasan dgn sendirinya terjalin lah satu ikatan yang mesra dan di redhai..
Biar susah mcm mana pun...kepercayaan itu adalah penting...sebuah pertalian itu terjalin atas cinta kita pada Allah...

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada jasad/bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..” : Apabila hanya hati yang diutamakan maka tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, shaum, zakat, haji,dll.

Kenapa harus berbohong? Utk apa? Kenapa? Mengapa? Utk kepentingan diri sendiri? Usaha lah sendiri kerana Allah swt telah memberi kita jasad dan tubuh yang sihat. Jangan sampai Allah ambil semuanya....
Lagi lagi dlm bulan Ramadan...bulan mulia utk berdoa terus pada Illahi....Semoga apa aku doa kannya akan termakkbul....

Senyum.....Aku terus tersenyum...kerana aku syukur atas ujiannya....
Kerana aku tahu Allah masih sayang pada Ku.....Alhamdulilah....Aku merasai ketenangan ini..

Utk menjadi sahabatku yang mesra...tak perlu hiprokrit...tak perlu berbohong..tak perlu jadi orang kaya...tak perlu menjadi cantiq....jadilah diri sendiri.......jadi lah umat Islam yang takut dan percaya atas azab Allah..
Janji Allah itu benar...

Namun, jika kau mampu tersenyum sabar justru saat ujian datang, engkau berhak bahagia. Karena engkau sudah tahu apa hakikat ujian.
"Aku Rasulullah mengagumi seorang mukmin yang bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia bersyukur dan bersabar" (HR Ahmad)

Secara hakikat bahwa tidak mungkin akan tergambar baiknya hati kecuali dengan baiknya amalan-amalan dan tidak ada kebaikan bagi suatu amalan kecuali dengan baiknya hati dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan yang demikian dengan seindah-indahnya penjelasan dalam hadits Nu’man bin Basyir (yang artinya)….
\“ Ingatlah bahwa sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging apabila baik gumpalan tersebut maka baiklah jasad tersebut dan sebalikya apabila rusak maka rusaklah jasad tersebut ingatlah bahwa itu adalah hati”

Tundukkan Hati Ke Dunia Reality.....


No comments: